Tampilkan postingan dengan label Kejahatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kejahatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2011

Ditemukan Sepotong Kaki di Nangkojajar

Seorang warga menemukan sepotong kaki manusia di kawasan Air Terjun Coban Waru, Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur (Nongkojajar), Kabupaten Pasuruan.

Kanit Reskrim Polsek Nongkojajar, Aipda Wahyudi, Jumat (1/4/2011) menyebutkan, sepotong kaki ditemukan di tepi dasar sungai, atau sekitar 10 meter dari Air Terjun Coban Waru oleh seorang warga, Kamis sekitar pukul 18.30 WIB.

Setelah mendapat laporan tersebut, kata Wahyudi, polisi kemudian melakukan olah TKP. Namun, di lokasi kejadian polisi hanya menemukan sepotong kaki itu yang dipekirakan berjenis kelamin wanita.

Untuk keperluan otopsi, lanjut Wahyudi, sepotong kaki yang sudah terlihat layu kemudian dibawa kamar mayat RSUD dr Soedarsono, Kota Pasuruan.

Wahyudi belum dapat memastikan motivasi pembuangan sepotong kaki di kawasan air Terjun Coban Waru tersebut.  Untuk mengungkap lebih lanjut, kata dia, masih harus menunggu hasil otopsi terlebih dulu. Polisi juga masih terus mengumpulkan informasi dari masyarakat.

Air Tejun Coban Waru yang berlokasi di Desa Kayukebek merupakan obyek wisata yang belum dikelola dengan optimal. Namun, kawasan yang cukup menarik tersebut sudah sering dikunjungi wisatawan domestik, atau digunakan untuk berkemah. 

Sumber : regional.kompas.com

Selasa, 29 Maret 2011

Citibank Dibobol, Polri Kejar Tersangka Lain


Dalam kasus penggelapan dana nasabah ini, polisi sudah menetapkan dua tersangka.

Penyidik Mabes Polri telah menangkap dan menahan dua tersangka dalam kasus penggelapan dana nasabah Citibank. Penyidik masih memburu beberapa orang lain terkait penggelapan dana Rp17 miliar lebih tersebut.

Dalam kasus ini, kepolisian sudah menetapkan dua tersangka, yakni MD dan D. "Masih ada yang dikejar," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Anton Bahrul Alam di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 29 Maret 2011. "(Pelaku) tentu banyak."

Minggu, 27 Maret 2011

Inilah Motif Penculikan Mahasiswa UBM

Polisi masih melakukan penyidikan dan mengembangkan kasus penculikan dua mahasiswa Universitas Bunda Maria (UBM), Sabtu (26/3/2011). Dua mahasiswa UBM, yakni Ptr (22) dan Wlm (21), diambil dari rumahnya pukul 19.00 oleh beberapa orang yang mengaku polisi.

Saat dihubungi Kompas.com, Senin (28/3/2011), Kanit Reskrim Polsek Penjaringan Kompol Dedy Murti Haryadi menjelaskan, keenam pelaku, yaitu Bd, Mn, Lk, Sr, Lh, dan Lrn masih diperiksa oleh pihak kepolisian. Kasus ini juga masih dikembangkan untuk mengetahui adanya pihak lain yang ikut terlibat.

”Dua dari enam pelaku ini pernah tertangkap Polsek Tamansari pada April 2010 dengan modus operandi yang sama. Sekarang, tampaknya ada penambahan personel. Meskipun mereka mengaku ini kali pertama mereka melakukan lagi setelah ditangkap tahun lalu, polisi tidak bisa percaya begitu saja,” ujarnya.

Modus operandi kejahatan yang dilakukan oleh dua orang pelaku pada April 2010 juga penculikan dengan berpura-pura sebagai polisi dan kemudian menuduh korban sebagai pengguna narkoba. Motif selanjutnya dari penculikan tersebut adalah pemerasan terhadap keluarga korban.

”Ya, hanya pemerasan saja motifnya. Untuk kelanjutan masalah ini, pihak kami menunggu perintah dari kapolres. Sejauh ini ya terus saja dilakukan pemeriksaan. Nanti kalau ada yang baru akan kami informasikan,” tutur Dedy.

Seperti diberitakan, kasus penculikan dua mahasiswa UBM terjadi pukul 19.00 WIB, Sabtu (26/3/2011). Kedua mahasiswa tersebut diambil dari rumahnya di kawasan Pluit, Jakarta Utara, oleh beberapa orang yang mengaku polisi. Berdasarkan laporan ibu korban, polisi berhasil membekuk penculik tersebut pada pukul 21.00. 

Sumber : megapolitan.kompas.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates